Neal H. Moritz kembali memproduseri film keempat ini. Meskipun film ini sebetulnya adalah direct sequel dari film kedua. Kita tidak akan membahas film ketiga ataupun TV seriesnya karena memang tidak berhubungan secara langsung dengan dua prequel pertamanya.

Source: IMDB
Cerita dimulai dengan prolog yang hampir sama. Lima orang sahabat Danica (Madelyn Cline), Ava (Chase Sui Wonders), Milo (Jonah Hauer-King), Teddy (Tyriq Withers), dan Stevie (Sarah Pidgeon) merayakan pertunangan Danica dan Teddy. Ditengah jalan, mereka tidak sengaja membuat seseorang jatuh ke jurang. Mereka menjaga rahasia itu, sampai setahun kemudian Danica mendapat secarik pesan ‘I Know What You Did Last Summer!’. Mereka lalu mencari pertolongan dari para korban selamat pada kejadian yang sama di Southport tahun 1977, Ray (Freddie Prinze Jr.), dan Julie (Jennifer Love Hewitt).

Source: IMDB
Layaknya franchise Scream dan Jurassic Park, IKWYDLS memberikan rasa kangen akan film-film tahun 90-an yang dilanjutkan pada tahun 2020-an ini. IKWYDLS menjadi sebuah cult classic bagi film-film slasher pada tahun 90-an.
Sebagai direct sequel, Robinson mampu menampilkan ulang banyak adegan dan latar yang membuat penonton lama bernostalgia sepanjang film. Misalnya latar tempat gudang toko milik Helen (Sarah Michelle Gellar) atau tempat kontes kecantikan tahun 1997 dimunculkan sebagai nostalgia.

Source: IMDB
Robinson mampu ‘memperbaiki’ dialog-dialog ataupun adegan yang sangat cringe pada dua film pertamanya. Adegan Julie yang berputar dan berteriak “What are you waiting for!?” yang sangat cringe dapat dimunculkan kembali dengan lebih realistis dan secukupnya.
Selain Jennifer Love Hewitt dan Freddie Prinze, penonton akan disuguhkan banyak peran-peran cameo dua film pertamanya yang sangat nostalgik. Untuk yang penasaran, kalian harus menunggu sampai dengan mid-credit film.

Source: IMDB
Sayangnya, film Scream tetap memiliki kualitas yang lebih baik daripada IKWYDLS seperti tahun 90-an dulu. Mereka tidak seberani Scream untuk menyuguhkan adegan pembunuhan yang cukup sadis. Padahal, film ini dikategorikan R-rated.
Mereka juga memberikan troupe yang benar-benar persis sama dengan film sebelumnya. Prolog geng remaja yang ‘tidak sengaja membunuh’, script ataupun misteri yang sama. Sehingga tidak adanya kejutan yang berkesan pada film ini.
Meski pemecahan misteri pada klimaksnya memiliki sedikit perbedaan karena mereka didukung oleh aktor-aktor lama, tapi itupun masih berputar-putar dan kurang menarik. Bahkan, adegan mid credit pun sebetulnya tidak penting-penting amat.

Source: IMDB
Motivasi para antagonis terbilang lemah dan sangat mudah ditebak sepanjang cerita. Meski motivasinya tidak se-complicated dua film prequelnya, tapi motivasi para antagonis terlihat sangat biasa saja untuk sebuah film slasher.
Hal itu tidak didukung dengan akting yang cukup kuat. Beberapa pemeran memberikan akting yang datar dan kurang menarik. Itu bahkan bisa kita lihat sendiri di trailer filmnya.

Source: IMDB
Film ini mampu memberikan nostalgia bagi para penonton film IKWYDLS. Tapi, hanya itu saja. Baik pada tahun 90-an, maupun saat ini, film ini masih kalah saing bila dibandingkan dengan franchise film Scream.

























