Review “The Ritual”: Di-carry Al Pacino Sendiri

 

David Midell mencoba menggarap sebuah film eksorsisme dengan judul The Ritual. Cerita ini berdasarkan dari kisah asli eksorsisme Anna Ecklund (nama samaran Emma Schmidt) yang dilakukan oleh Bapak Theophilus Riesinger dan Bapak Joseph Steiger di kehidupan nyata. 

 

Film bisa dikatakan cukup faithful terhadap dokumen asli eksorsisme Anna Ecklund. Berbeda dengan film The Exorcism of Anna Ecklund pada tahun 2016 yang lebih menekankan pada sisi horor dan mistisnya, film ini lebih menekankan pada prosesi ritualnya. Oleh karena itu, ritual eksorsisme yang ditunjukan lebih realistis dan bertahap tanpa harus selalu bergantung pada adegan mistis. Disclaimer, saya tidak tahu ritual eksorsisme yang sebenarnya. Hanya mengetahui dari film dan riset.

 

 

Karena itu pula, sisi humanis pada film ini lebih dimunculkan dan direpresentasikan cukup baik oleh banyak tokoh. Meski begitu, penonton masih bisa melihat adegan-adegan menyeramkan yang terjadi saat ritual eksorsisme berjalan.

 

Saat menonton ini, disarankan untuk tidak membeli makanan dan minuman ringan. Lebih baik memesan kopi hitam dua shot. Karena film ini sangat membuat ngantuk dari awal sampai akhir cerita. Sangat dragging dan slowburn. Film diceritakan dengan pace dialog yang sangat lambat dengan informasi yang repetitif.

 

Motivasi para karakter pun hanya ditegaskan secara samar tanpa menjadi pengembangan karakter yang baik. Sisi gelap para karakter pun tidak dijelaskan dan dikembangkan dengan baik sampai akhir cerita.

 

 

Untuk kemampuan akting, Al Pacino sebagai seorang aktor senior tidak perlu diragukan lagi pada umurnya yang sudah menginjak 85 tahun ini. Sayangnya, para pemeran lain seolah tenggelam dengan aktingnya Al Pacino.

 

Pengambilan angle kamera pun bisa dikatakan kurang baik atau memang dipaksakan. Banyak shot yang bergetar terutama di babak satu. Shot yang diambil seperti ingin semi-mockumentary tapi terlalu dipaksakan.

 

Film ini dapat disaksikan untuk kalian yang penasaran dengan ritual eksorsisme yang sesuai dengan dokumen asli Anna Ecklund. Tapi film ini banyak sekali PR yang harus diperbaiki.

 

Bagikan:

Anda Juga Mungkin Suka

Leave a Comment

thirteen − two =