The Rip (Source: IMDB)

Review The Rip: Terbantu Duo Matt Damon dan Ben Affleck

Tanpa keberadaan duo aktor/ kawan Matt Damon dan Ben Affleck, mungkin The Rip akan berakhir sebagai film yang totally forgetable. Selain tidak menawarkan kisah yang fresh, production valuenya pun terasa murah. Walau begitu, film ini memiliki narasi yang tight, engaging, yang diamplifikasi akting optimal dari duo Affleck dan Damon. Walhasil, The Rip menjadi salah satu crime drama yang solid di awal 2026.

 

Kisah The Rip, yang merupakan film kesekian Affleck dan Damon main bareng, bermula dari terbunuhnya seorang polisi perempuan dari Kesatuan Tactical Narcotics Team (TNT) Miami-Dade, Kapten Jackie Velez (Lina Esco). Velez dihabisi ketika dirinya mencoba mengamankan seorang informan yang mengetahui di mana uang haram kartel narkotika disimpan.

 

Kematian Velez membuat Kepolisian Miami-Dade gempar. FBI turun tangan,mencurigai Velez dibunuh oleh rekan satuannya sendiri. Terlebih, Velez memegang informasi penting perihal uang kartel dan Kepolisian Miami-Dade tidak sepenuhnya bersih dari polisi-polisi korup.

 

The Rip (Source: IMDB)

The Rip (Source: IMDB)

 

Tidak diketahui FBI, salah satu tangan kanan Velez, Letnan Dane Dumars (Matt Damon), memegang informasi terakhir darinya, di mana lokasi uang kartel berada. Ditemani anggota timnya, Sersan JD Byrne (Ben Affleck), Detektif Mike Ro (Steven Yuen), Detektif Numa Baptiste (Teyana Taylor), dan Detektif Lolo Salazar (Catalina Sandino), Dumars mengunjungi lokasi tersebut yang berada di Hialeah.

 

Intel yang dimiliki Velez terbukti benar. Rumah di Hialeah sungguh menyimpan uang uang kartel narkoba. Jumlahnya di luar bayangan, 20 juta Dollar AS. Apa yang terjadi selanjutnya bisa ditebak, integritas Dumars dan timnya goyah. Mereka tergoda untuk mengambil uang tersebut, melupakan kemungkinan pembunuh Velez ada di antara mereka. Hal itu diperparah dengan potensi serangan dari kartel yang membuat Dumars cs terjebak di rumah tersebut.

 

Kekuatan The Rip ada di misteri tersebut. Apakah Dumars cs akan mengambil uang tersebut? Apakah mereka akan saling menghabisi satu sama lain? Atau mereka justru akan dihabisi oleh pembunuh Velez yang mungkin bersembunyi di antara mereka? Semuanya mungkin terjadi. Direksi ini mengingatkan dengan film aksi tahun 70an, Assault in Precint 13th, di mana sekelompok aparat, sipil, dan tahanan terjebak di sebuah kantor polisi yang diserbu gangster. Tensi datang bukan dari serangan tersebut, tapi kecurigaan bahwa dalang penyerbuan  sesungguhnya ada di antara mereka.

 

The Rip (Source: IMDB)

The Rip (Source: IMDB)

 

Sutradara Joe Carnahan (The Grey, The A Team) berhasil membangun situasi di mana mayoritas dari tim TNT memiliki motif kuat untuk mengambil uang kartel. Dumars, misalnya, memiliki hutang menumpuk akibat biaya pengobatan kanker anaknya. Contoh lain, Lolo, kesulitan membesarkan anaknya sebagai seorang single parent. Baptiste pun tergoda dengan tumpukan uang yang ada di hadapannya. No one can be trusted.

 

Fondasi itu yang kemudian menjadi amunisi Carnahan untuk melakukan ‘bait and switch’. Ia menebar jebakan, tidak mengumbar tembak-tembakan, untuk mengaburkan analisis penonton perihal siapa serigala berbulu domba di antara Dumars cs. Hal itu dibangun perlahan dengan berbagai clue ditanam bahkan sejak first act. Ketika film memasuki third act, penonton tidak diberi ruang nafas, dihajar berbagai pengungkapan perihal apa yang sesungguhnya terjadi sepanjang film. Bagi penonton yang jeli, pengungkapan di act terakhir menjadi sesuatu yang rewarding, membuat film ini memiliki nuansa whodunit ala Knives Out.

 

Seperti disampaikan di atas, Carnahan patut berterima kasih pada duo Damon dan Affleck. Keduanya lah jantung dari film ini. Dinamika, banter di antara keduanya memberi nyawa dan energi pada film ini. Tiap dialog memiliki bobot emosi yang menggambarkan suasana cerita, membuat third act terasa impactful.

 

The Rip (Source: IMDB)

The Rip (Source: IMDB)

 

Kabar buruknya, aktor-aktor yang lain tidak mampu atau tidak memiliki ruang untuk mengimbangi mereka. Meski film ini bertabur bintang, mulai dari Steven Yuen hingga Teyana Taylor yang tampil memikat di One Battle After Another, mereka tidak lebih sebagai sampingan Kehadiran Scott Adkins sebagai agen FBI yang mencurigai TNT sebagai dalang pembunuh Velez pun tidak diberi kesempatan untuk unjuk kemampuan bela dirinya. Kehadirannya lebih seperti representasi running joke yang menyebutnya Ben Affleck KW.

 

Harus diakui, minim dan underwhelmingnya peran aktor-aktor di luar duo Damon dan Affleck tidak lepas dari masalah naskahnya. Meski film ini memiliki narasi yang engaging, hal itu lebih dikarenakan Damon dan Affleck berhasil menghidupkan naskah Carnahan berkat kualitas akting dan chemistry keduanya. Dialog-dialog di luar duo Damon dan Affleck terasa kurang berbobot.

 

Naskah film ini pun tidak menawarkan hal baru. Kisah polisi korup yang tergoda uang sudah ribuan kali disampaikan dengan banyak di antaranya memiliki kualitas lebih baik dibanding The Rip. Dan, hal itu diperburuk penggambaran kerja kepolisian yang tidak masuk akal dan ceroboh, mulai dari santainya Dumars cs meninggalkan mobil mereka di depan lokasi target operasi tanpa pengawasan hingga tidak memakai rompi taktis saat melakukan penggeledahan. Mereka pun membiarkan sipil berkeliaran bersama mereka di lokasi operasi, memberi kesan TNT hanya berisi polisi-polisi buangan yang bodoh.

 

The Rip (Source: IMDB)

The Rip (Source: IMDB)

 

The elephant in the roomnya adalah betapa seringnya ‘Rip’ alias duit illegal dijelaskan sepanjang film. Kalau mau, bahkan bisa dijadikan drinking game. Usut punya usut, hal itu disengaja oleh Carnahan karena Netflix meminta dirinya untuk mengulang plot point berkali-kali agar penonton ingat. Damon, dalam wawancara dengan Joe Rogan, berkata bahwa Netflix mengasumsikan audience menonton The Rip sambil main hp sehingga harus terus disuapi penjelasan.

 

Jika film ini diperbandingkan dengan film-film crime drama dan laga Netflix akhir-akhir ini, The Rip adalah salah satu yang berbeda. Dibandingkan Extraction atau The Grey Man yang hanya menjual spectacle over substance sehingga berujung kopong, The Rip masih meninggalkan kesan tersendiri berkat pendekatan whodunit-nya.

 

 

ISTMAN MP, LUTHFI ADNAN

Bagikan:

Anda Juga Mungkin Suka

Leave a Comment

16 − two =