Supergirl (Source: IMDB)

Review Supergirl: Guardians of The Galaxy Rasa DC

Kalo tahun lalu kita disuguhkan dengan film Superman yang punya pesan harapan dan bagaimana kita menjadi baik untuk sesama, kali ini film Supergirl punya direction yang berbeda. Punya cerita petualangan antargalaksi dengan berbagai OST yang catchy, dan cinematografi yang baik dalam menangkap dunia baru beserta aliennya. Sounds familiar?

 

Film ini dimulai ketika Kara (Milly Alcock) yang sedang merayakan ulang tahunnya diganggu oleh anak kecil bernama Ruthye (Eva Ridley). Rutheye membutuhkan bantuan Kara dalam misi balas dendamnya kepada Krem (Matthias Schoenaerts), seorang perompak yang membunuh keluarga Ruthye dan kerap menculik anak-anak.  Kebetulan, Kara pun mempunyai hal yang harus ia tuntaskan dengan Krem. Krem telah meracuni anjing Kara, Krypto, dan hanya ia yang memiliki penawarnya. Dari situ, dimulailah misi berbahaya Kara yang mengharuskannya melintasi berbagai galaksi, menghadapi berbagai macam alien, demi membalaskan dendamnya sekaligus dendam Rutheye. 

 

Supergirl (Source: IMDB)

Supergirl (Source: IMDB)

 

Mengingatkan dengan Guardians of The Galaxy, film Supergirl menyuguhkan petualangan kosmik yang ringan dan ramah untuk diikuti oleh siapa saja. Bahkan, penonton awam yang belum pernah membaca komik atau menonton film Superman dan Supergirl sebelumnya pun tidak akan kesulitan mengikuti alur kisah film ini. Kisahnya accessible, memiliki alur yang mudah diikuti, plus diramaikan berbagai soundtrack yang energik dan merepresentasikan masa muda Kara yang rebel dan kacau.

 

Dari segi teknis, kualitas visual yang ditampilkan Supergirl terbilang lumayan baik dan rapi, meski dalam jangka aman saja. Tidak bisa dikatakan picture-esque, apalagi jika kalian membandingkannya dengan film terakhir yang menampilkan Supergirl di layar lebar (baca: The Flash).  Namun, dari semua itu, hal yang paling menarik di film ini adalah bagaimana kita bisa melihat planet Krypton versi DCU yang belum pernah ditampilkan sebelumnya. 

 

Hal lain yang mencuri perhatian adalah penampilan Jason Momoa yang benar-benar stole the show melalui perannya sebagai Lobo. Sosok berandal kosmik ini terasa sangat likeable dam fun to watch,  seolah menjadi peran yang memang seharusnya ia mainkan sejak era DCEU dulu.

 

Supergirl (Source: IMDB)

Supergirl (Source: IMDB)

 

Walaupun in general film ini bisa dideliver dengan baik, film ini memiliki sejumlah kelemahan yang tidak bisa dikesampingkan . Karena pendekatan ceritanya yang terlampau ringan, konflik utamanya tidak memiliki fondasi penceritaan se-solid film Superman. Sosok musuh utamanya juga gagal memancarkan aura yang menakutkan dan tidak memiliki motivasi yang kuat alias under-developed. Selain itu, kualitas akting antar pemeran terasa kurang konsisten, membuat beberapa interaksi terlihat tidak natural di sejumlah bagian.Hal ini turut berimbas pada pace film yang lumayan naik turun. Ada kalanya tempo penceritaan terasa sangat santai untuk diikuti, namun terburu-buru ketika merangkum penyelesaian masalah di babak akhir klimaksnya.

 

Pada akhirnya, film Supergirl ini masih bisa melanjutkan visi Gunn dalam membentuk semesta baru DCU dan memberikan persepsi lain dari Superman dalam melihat karakter seseorang. Dengan segala kekurangannya, aksi Jason Momoa sebagai Lobo jelas menjadi highlight yang patut dirayakan. Jangan lupa kelakuan Krypto dijamin akan membuat penonton geregetan.

Bagikan:

Anda Juga Mungkin Suka

Leave a Comment

14 − 6 =