Para wibu berpesta pora sepanjang summer ini. Setelah disuguhkan petualangan penuh lika liku di kastil Muzan pada Kimetsu No Yaiba: Demon Slayer – Infinity Castle, kali ini para pecinta anime mendapat film anime yang meledak ledak pada Chainsaw Man The Movie: Reze Arc.
Seperti judulnya, film yang berfungsi sebagai penjembatan ke musim baru serial Chainsaw Man ini berfokus pada introduksi Reze, love interest baru bagi sang protagonis, Denji.
Kisah film ini dibuka bak film romance yang perlahan bertranformasi menjadi sebuah tragedi. Semua berawal ketika Denji, yang baru saja berkencan dengan Makima, bertemu dengan gadis manis bernama Reze di sebuah kafe. Seperti meet cute di film-film romance, pertemuan itu begitu berkesan bagi Denji yang mulai melupakan Makima dan mengalihkan hatinya pada Reze. Sungguh seorang gentleman bukan??

Chainsaw Man The Movie: Reze Arc (Source: IMDB)
Gawatnya, yang tidak disadari Denji, Reze bukan perempuan biasa. Perempuan berambut ungu itu adalah perwujudan The Bomb Devil, kelinci percobaan Uni Soviet yang memiliki penampilan menyerupai bom atom. Adapun ia memang ditugaskan untuk mendekati Denji dan mencuri jantungnya. The big question, apa yang hendak ia capai dengan jantung Denji. Hal itulah yang mewarnai romansa keduanya sepanjang film.
Harus diakui, untuk film yang mencuplik beberapa chapter dari manganya, Chainsaw Man The Movie: Reze Arc memiliki plot yang ditulis secara matang. Ketegangan dibangun dengan konsisten, slowly but sure. Transisi emosinya sungguh top notch, memaksa penonton untuk berempati sekaligus bersimpati kepada Denji.
Di awal film, kisahnya disampaikan secara lighthearted, even untuk standar Chainsaw Man yang tidak bisa dikatakan “vibrant”. Penonton bisa melihat sisi polos Denji yang berhasil dibuai Reze dengan segala kelembutannya. Gradually kelembutan itu mulai terkuak sebagai sebuah tipu muslihat yang ketika Reze mengungkap motivasi ia sesungguhnya, hal itu menjadi emotional punch ke Denji.

Chainsaw Man The Movie: Reze Arc (Source: IMDB)
Penonton bisa melihat bagaimana hati Denji dibuat kacau balau dengan segala yang terjadi antara dirinya Reze. Hatinya berkecamuk antara keinginan sederhana untuk dicintai dan kenyataan brutal bahwa dirinya hanyalah target dalam permainan iblis. Di titik tersebut, Chainsaw Man The Movie: Reze Arc berhasil menasbihkan dirinya sebgai film romance-tragedy yang pahit namun membekas.
Secara teknis, animasi film ini juga patut diacungi jempol. Adegan slice of life terasa hidup dengan tiap adegan digambarkan dengan warna-warna yang lembut. Sementara itu, ketika adegan aksI, terasa beringas dan penuh energi, khas serial Chainsaw Man. Musik latar juga mendukung tone cerita ringan saat percintaan, lalu meraung saat kebenaran mulai terkuak. Mappa, sebagai studio yang mengerjakan film anime, has done a stellar job.

Chainsaw Man The Movie: Reze Arc (Source: IMDB)
Apakah film ini bisa dikatakan sempurna. Tidak juga. Terkadang ada kalanya penulis kangen dengan kehadiran para devil hunter lainnya dengan segala shenanigans yang mereka perbuat. Selain itu, tidak sedikit juga bagian-bagian yang secara visual terasa dull. Namun, in the end, hal itu bukan dealbreaker karena toh filmnya tetap menghibur.
So, should we recommend this movie? Hell yeah. Chainsaw Man The Movie: Reze Arc bukan hanya sekadar film animasi yang berhasil bercerita tentang aksi pertempuran antara Agent dan Devils, namun penggambaran yang unik antara tupi muslihat dan romansa.
TAREEN IVENNA






