The End of Oak Street

Review The End of Oak Street: Jurassic Park Rasa Suburban

Mengingat film bertemakan dinosaurus tidak terlalu banyak selain dari Franchise Jurassic, The End of Oak Street hadir sebagai sajian yang fresh. Instead membangkitkan masa Jurassic ke era manusia sebagaimana dilakukan Jurassic World sebelum “Rebirth”, film ini malah membawa manusia ke zaman Jurassic dan memberikan teror langsung oleh makhluk-makhluk hidup di sana. Kisahnya mengalir dengan rancak, semua elemennya terasa bagus dan bikin hati berdecak, sampai-sampai filmnya selesai begitu saja tanpa ada konklusi yang telak.

 

Film The End Of Oak Street menceritakan keluarga Platt yang dimainkan oleh Anne Hathaway sebagai Denise dan Ewan McGregor sebagai Greg. Tinggal di pemukiman jalan Oak bersama kedua anaknya, keduanya sedang menghadapi perseteruan pasangan suami istri.

 

Ketegangan tersebut kian buruk ketika fenomena aneh terjadi di area Oak Street. Somehow, mereka mendapati area permukiman mereka sudah terdampar di zaman Jurassic, dimana dinosaurus dan binatang purba berkeliaran. Mau tak mau, seluruh warga Oak harus bertahan hidup dari serangan dinosaurus sambil mencari alasan bagaimana fenomena kosmik ini terjadi di Oak Street.

 

The End of Oak Street

The End of Oak Street

 

Sebagaimana dikatakan di awal, bagaimana film ini membalik premis Jurassic Park/ World dari membawa dinosaurus ke zaman modern menjadi membawa manusia ke zaman Jurassic adalah take yang fresh. Experience fish out of the water yang dialami warga Oak Street membangun ketegangan yang ada dengan apik. Dan, alih-alih kembali menjual aksi kejar-kejaran dan survival antara manusia dan dinosaurus, film ini justru tampil sebagai tontonan yang kental dengan elemen horor. Jumpscare dan kehadiran binatang purba yang nongol perlahan bikin gelisah. Beberapa scene pun menampilkan gore yang cukup membuat shock. 

 

Dari segi visual, estetika retro era 1980-an mampu dieksekusi dengan cantik. Penggunaan visual yang agak grainy plus colorful pada set dekorasinya memberikan atmosfer yang pas dengan latarnya. Beberapa scoring lumayan elevate rasa tegang setiap kali dinosaurusnya muncul.  Tampak jelas film ini terlihat mencoba recreate rasa takut saat menonton Jurassic Park 1, namun tidak lupa menyisipkan beberapa elemen komedi yang sukses bikin ketawa satu bioskop.

 

The End of Oak Street

The End of Oak Street

 

Nah, tapi, harus diakui bahwa narasi adalah the weakest part dari The End of Oak Street. Build up konflik yang terjadi di paruh awal, yang terasa begitu menjanjikan untuk menjadi fondasi sci-fi yang unik dan berbobot, malah hilang konsistensinya menjelang paruh akhir. Keputusan dan motif karakternya malah melemah karena terlalu fokus dengan eksplorasi horor yang mau ditampilkan. Karena itu, penyelesaian konflik di film ini terasa terburu-buru dan tidak meninggalkan kesan yang berarti untuk dijadikan bahan diskusi setelah menonton. 

 

Pada akhirnya film ini menyajikan plot yang cukup menjanjikan dan punya potensi cerita sci-fi yang unik setara Cloverfield, tapi kurang kuatnya narasi yang ada jadi membuat film ini sekedar film sci-fi yang standar. 

Bagikan:

Anda Juga Mungkin Suka

Leave a Comment

15 + three =