Review Sore: Romance Fantasy ala Kimi No Nawa dan MCU

Masih segar diingatan, Yandy Laurens seolah menumpahkan semua isi hati para sandwich generation lewat “1 Kakak 7 Ponakan” yang tayang Januari lalu. Tak butuh waktu lama nampaknya untuk Yandy Laurens kembali menghasilkan sebuah karya. Kini, Ia mencoba menghidupkan kisah Sore yang sebelumnya pernah dibuatnya dalam format web series ke dalam sebuah film layar lebar. And, boy oh boy, ibarat sepakbola, Yandy baru saja mencetak hattrick lewat film ini. 

 

Sama dengan versi web seriesnya, Sore: Istri Masa Depan bercerita tentang seorang perempuan yang datang dari masa depan untuk mengubah hidup pasangannya menjadi lebih  baik. Sore namanya. Sore (Sheila Dara) hanya memiliki satu tujuan, yaitu mengubah kebiasaan dan gaya hidup Jonathan (Dion Wiyoko) sebelum semuanya terlambat. 

 

Sore: Istri dari Masa Depan (Source: Cerita Films)

 

Berlatar di sebuah kota kecil di Kroasia, Jonathan yang baru terbangun dari tidurnya, kaget bukan main saat melihat ada seorang perempuan di sampingnya. Sore pun memperkenalkan dirinya sebagai istri Jonathan dari masa depan. Jonathan yang masih tak percaya, mengira keberadaan Spre adalah ulah Carlo, temannya.

 

Jonathan yang tak mengindahkan perkataan Sore tersebut, bergegas pergi ke suatu restoran untuk bertemu Elsa, pacarnya saat itu. Sore menghampiri Jonathan dan apa yang terjadi berikutnya bisa ditebak, cekcok antara Elsa, Jonathan, dan Sore. Puncaknya, Elsa menyiram Jonathan dengan segelas air. 

 

Sore: Istri dari Masa Depan (Source: Cerita Films)

 

Sesampainya di rumah, Sore pun mencoba untuk meyakinkannya bahwa Ia adalah istrinya dari masa depan. Segala hal yang kecil dan detail pun diberitahukannya. Hingga pada suatu waktu, menggunakan informasi Sore dari masa depan, Jonathan berhasil menggelar pameran foto pertamanya dan mendapatkan tawaran untuk mengadakan pameran yang lebih besar. Di titik itu, Jonathan mulai menimbang, jangan-jangan kisah Sore itu berasal dari masa depan benar adanya,.

 

Satu per satu, keraguan Jonathan akan latar belakang Sore mulai hilang. Mengetahui Jonathan mulai menyakininya sungguh berasal dari masa depan, misi Sore berlanjut ke bagian terpenting,  mengubah gaya hidup Jonathan. Ia membuang semua minuman keras milik Jonathan, mematahkan setiap rokoknya, dan mengatur pola makannya. Sore juga mengajak Jonathan untuk berolahraga pagi dan melarangnya untuk begadang. 

 

Sore: Istri dari Masa Depan (Source: Cerita Films)

 

Semua berjalan sesuai rencana Sore hingga pada suatu malam, Jonathan tertangkap basah oleh Sore merokok di taman belakang rumah. Terjadi pertengkaran antara Sore dan Jonathan yang akhirnya memaksa Sore mengungkap rahasia masa depan: Jonathan akan meninggal delapan tahun dari sekarang, karena serangan jantung. Ketika rahasia itu diungkap, sesuatu yang tak terduga pun terjadi.

 

Bagi yang telah menonton web seriesnya, maka bagian awal film ini akan terasa familiar.  Yandy tidak mengubah fondasi kisah asli Sore yang rilis  8 tahun lalu. Namun, bagian tersebut hanyalah 40% dari keseluruhan cerita dalam versi filmnya.  Kisah selanjutnya pun bergulir, dan sebuah lembaran baru akan cerita Sore dan Jonathan pun dibuka oleh Yandy.

 

Bukan Yandy Laurens namanya kalau membuat film dengan cerita biasa-biasa saja. Di sini, Yandy menunjukan kapasitasnya untuk memberikan ide segar dan mungkin tidak bisa dipikirkan oleh orang lain. Jika kalian pikir Jatuh Cinta Seperti di Film-film itu udah unik, siap-siap dikagetkan Sore. Yandy sukses mengimplementasikan elemen time travel ke kisah romance Sore dan Jonathan. In some way, eksekusinya mengingatkan kami pada film romance Korea lintas timeline Il Mare dan upaya menghindari tragedi di masa depan pada Avengers Endgame.

 

Ciri khas Yandy dalam bercerita pun masih terlihat jelas dengan memberikan dialog yang bermakna walaupun dibalut dengan cukup sederhana. Emosi yang diberikan setiap pemainnya pun pas dan tidak dilebih-lebihkan.

 

Sore: Istri dari Masa Depan (Source: Cerita Films)

 

Dari segi karakter, Yandy juga meng-craft karakter-karakter yang menarik dengan highlightnya pada Sore.  Pertumbuhan karakter Sore diperlihatkan dengan jelas lewat perjalanan-perjalanan yang Ia lakukan. Karakternya kian compelling lewat perspektif dan informasi yang ia bawa dari masa depan. Dan, apa yang ia alami di masa lalu membentuk perspektif baru lagi  tentang kehidupan dan juga waktu.

 

Sayangnya, Sore: Istri dari Masa Depan bisa dikatakan menjadi film Yandy dengan alur penceritaan yang paling lemah. Setelah kesuksesan Jatuh Cinta Seperti di Film-Film dan 1 Kakak 7 Ponakan yang punya alur dan plot yang solid, Sore: Istri dari Masa Depan tidak sekuat keduanya walaupun, memiliki konsep yang mindblowing.

 

Sore: Istri dari Masa Depan (Source: Cerita Films)

 

Meski awalnya menjanjikan, Sore: Istri dari Masa Depan perlahan melambat dan kehilangan daya tarik. Terasa jelas film ini kesulitan menyusun bagian-bagian cerita menjadi satu kesatuan yang utuh. Pertumbuhan karakter Jonathan dibuat lebih dramatis dan tersirat sehingga akan sulit untuk dirasakan langsung. Akhirnya berdampak pada bagian akhir yang rasanya terlalu terburu-buru.

 

Untungnya, hal tersebut tertutupi dengan keunggulan dari sisi teknis. Sinematografinya sangat memanjakan mata dengan warna-warna yang hangat dan lembut. Tak berlebihan rasanya jika mengatakan bahwa ini adalah film Yandy Laurens ter-aesthetic sejauh ini, melebihi dua karya sebelumnya.

 

Yandy pun berhasil mempertahankan konsistensinya pada musik yang menjadi pengatur emosi. Dua lagu Adhitia Sofyan yang digunakan pada web seriesnya, “Gaze” dan “Forget Jakarta” berhasil membawa nostalgia. 

 

Sore: Istri dari Masa Depan (Source: Cerita Films)

 

Kemampuannya untuk memberi nafas baru bagi sebuah lagu pun kembali dilakukannya di sini. Kali ini korbannya adalah lagu Terbuang dalam Waktu karya Barasuara. Terbuang dalam Waktu berhasil diolah menjadi sesuatu yang megah dan betul-betul menggetarkan, sinematik dan operatik. Perasaan yang muncul mengingatkan akan magisnya lagu Sparkle oleh Radwimps pada film Your Name (Kimi No Na wa).

 

Sebenarnya masih banyak hal yang bisa dibicarakan dari film Sore: Istri dari Masa Depan ini. Sayangnya, bagian inti dari film ini tak dapat dibicarakan agar pengalaman menontonnya menjadi utuh dan menyenangkan. Maka dari itu, tontonlah film ini pada hari-hari awal penayangan film sebelum spoiler bermunculan. Sore: Istri dari Masa Depan tayang di bioskop 10 Juli 2025.

Bagikan:

Anda Juga Mungkin Suka

Leave a Comment

2 + 5 =