Review Kokuho : Harta Karun Kabuki yang Indah dan Megah

Salah satu cara terbaik untuk mengenal sebuah kebudayaan adalah lewat film. Kokuho jadi buktinya terbarunya. Selama hampir 3 jam, kita akan menyelami dunia teater Kabuki yang sarat akan nilai historis budaya, sembari melihat secara langsung dinamika orang-orang di balik megahnya pertunjukan Kabuki.

 

Kokuho berfokus pada perjalanan Kikuo menjadi seorang aktor kabuki tersohor. Perjalanannya dimulai dari pertunjukan kabuki di sebuah kedai kecil di kampung halamannya. Setelah kematian ayahnya, Kokue diasuh oleh seorang aktor Kabuki ternama, Hanjiro Hanai. Bersama anak tunggal Hanjiro, Shunsuke, Kokue pun ditempa untuk menjadi aktor kabuki sejati.

 

Kokuho (Source: JAFF)

 

Tahun demi tahun dilewati, Kokue dan Shunsuke pun bertumbuh menjadi aktor teater kabuki yang punya reputasi tinggi. Seiring berjalannya waktu tantangan pun silih berganti menghampiri Kokue dan Shunsuke dalam menjalani seni peran kabuki. 

 

Cerita yang dibangun sangatlah kompleks. Layaknya sebuah film biografi, Kokuho juga akan membawa kita pada kehidupan dan konflik yang dialami oleh Kokue dan Shunsuke. Mulai dari skandal, perebutan ‘tahta’ sebagai penerus Hanjiro. 

 

Bisa dibilang, Kokuho adalah film yang cukup ambisius. Untuk menceritakan sebuah kisah melewati beberapa masa dan era, tentu bukanlah hal yang mudah. Namun, hal itu tak menjadi penghalang.

 

Kokuho (Source: JAFF)

 

Setiap era dan masa yang ada pada film ini terasa sungguh nyata, lewat production design dan sinematografi yang meyakinkan. Untuk urusan make up, gak perlu diragukan lagi. Tidak hanya ‘mempercantik’ para aktornya, tetapi peran tata rias di sini juga berhasil membuat para aktor terlihat meyakinkan sesuai dengan era yang mereka lewati. 

 

Dengan cerita yang sangat padat dan panjang melewati berbagai masa, konsistensi penceritaan menjadi hal yang sangat krusial. Rasanya tak semua penonton dapat nyaman mengikuti alurnya. Di awal mungkin akan sangat terasa menyenangkan untuk diikuti, namun memasuki paruh kedua, cerita menjadi sedikit mengendur. Untungnya di bagian menuju akhir cerita mulai perlahan kembali membaik. 

 

Kokuho (Source: JAFF)

 

Terlepas dari kisah Kokue dan Shunsuke, Kokuho berhasil mempertunjukan teater kabuki dengan sangat menawan. Lagi-lagi, ada peran teknis yang berhasil membuat setiap pertunjukan kabuki di film ini terasa magis dan megah.

 

Ada pun tak perlu tahu tentang apa kabuki untuk menonton film ini. Dengan halus, Kokuho akan mengenalkan anda dengan seluk beluk dunia kabuki. Setiap kali ada adegan pertunjukan Kabuki, ada penjelasan sekilas tentang drama yang sedang ditampilkan. 

 

Inilah yang mungkin menjadi salah satu tujuan Kokuho. Memperkenalkan budaya yang bernilai historis tinggi lewat cara modern dan mudah dipahami. Rasakan pengalamannya dengan menontonnya secara langsung di bioskop. Kokuho tayang reguler tanggal 18 Januari 2025 di seluruh bioskop Indonesia.

Bagikan:

Anda Juga Mungkin Suka

Leave a Comment

fifteen − 8 =