Ballerina (Source: IMDB)

Review Ballerina: Bikin John Wick Jadi Gak Berkutik

Ana De Armas sudah beberapa kali memberikan presentasi gemilang dalam film action seperti Blade Runner 2049, No Time To Die, The Gray Man, dan Ghosted. Di film-film itu, Ana selalu memberikan performance yang maksimal. Kali ini, ia masuk ke dunia John Wick yang brutal dan keras. Makin makin lah Mbak Ana menampilkan presentasi bahwa ia bisa menjadi salah satu aktris film action terbaik tahun ini.



From the World of John Wick: Ballerina menempatkan kita di antara peristiwa film John Wick: Chapter 3 – Parabellum dan John Wick: Chapter 4. Adapun film ini mengikuti kisah Eve Macarro (Ana De Armas), seorang balerina yang juga merupakan seorang pembunuh terlatih dan dari “Akademi” Ruska Roma. Ruska Roma, di balik jubah akademiknya, adalah sebuah organisasi yang mendidik para pembunuh bayaran.

 

Motivasi utama Eve adalah  balas dendam atas kematian ayahnya. Di dorong oleh ambisi yang membara, Eve tidak ragu untuk memberontak dari aturan ketat organisasinya dan memburu setiap individu yang terlibat dalam kematian ayahnya. Tekadnya begitu kuat sehingga tidak ada seorang pun atau apa pun yang bisa menghentikannya, bahkan kehadiran John Wick (Keanu Reeves) sekalipun tidak akan menghalangi misinya.

 

Ballerina (Source: IMDB)

Ballerina (Source: IMDB)



Meskipun Ballerina berlatar di semesta yang sama dengan John Wick, film ini berhasil membuktikan bahwa ia mampu berdiri sendiri. Anda bisa mengikuti alur ceritanya tanpa harus menonton seri John Wick sebelumnya, berkat pengenalan karakter dan plot yang cukup simple.

 

Adegan aksinya di film ini benar-benar nampol banget, menyajikan berbagai gaya pertarungan yang intens dan koreografi yang gila. Mulai dari pertarungan tangan kosong yang brutal, gun-fu yang ikonik, pertarungan dengan flame thrower yang mengelegar bioskop, sampe lempar-lemparan granat yang eksplosif depan kamera. Shout out untuk editor, SFX dan VFX, pasti susah membuat adegan action yang frontal depan kamera di film ini.

 

Selain itu, camerawork dan editing film ini patut diacungi jempol. Meskipun seringkali terasa frantic atau cepat, visualisasinya tetap mudah diikuti mata, memungkinkan penonton untuk menikmati setiap detail dari kebrutalan dan kecepatan aksi yang disajikan.

 

Ballerina (Source: IMDB)

Ballerina (Source: IMDB)


Dari sekian banyak keunggulan laga yang disebutka, kelemahan film ini ada pada sektor cerita. Salah satu nilai negatifnya adalah cerita mengenai saudara Eve yang tidak terlalu mendalam. Poin plot ini terasa kurang dieksplorasi, sehingga gagal memberikan sisi emosional yang kuat dan kurang terasa dampaknya bagi penonton.

 

Selain itu, kultus yang menjadi antagonis utama dalam film ini juga kurang didevelop dengan baik. Berbeda dengan hirarki dan tradisi High Table yang begitu menarik dan kompleks yang disajikan di film-film John Wick. Antagonis di Ballerina terasa kurang berkarakter dan kurang menarik, padahal bisa dimaksimalkan untuk menjadi konfilk cerita.

 

Terakhir, secara keseluruhan cerita, Ballerina sebenarnya terasa biasa saja dan tidak menawarkan inovasi selain nilai jualnya, Ana De Armas yang menjadi  “Baby Yaga”, John Wick versi wanita. 

 

Ballerina (Source: IMDB)

Ballerina (Source: IMDB)



Sebagai sebuah spin-off dari John Wick, film ini sukses memberikan kesan yang sama bahkan melebihi dari pertama kali menonton John Wick. Brutal, keras, dan aksi yang dar der dor banget dari awal. Karakter Ana De Armas pun langsung jadi favorit penulis karena presentasinya yang reasonable, karismatik dan gokil koreo di setiap adegannya. Namun, sayangnya terkendala oleh cerita yang kurang kuat dan pengembangan antagonis yang kurang maksimal. Semoga franchise ini terus menjaga kualitas terbaiknya di berbagai sekuel ataupun spin-off lainnya.

Bagikan:

Anda Juga Mungkin Suka

Leave a Comment

2 × 3 =