Review Agak Laen : Memang Agak Laen Kutengok Ini Pilem

Rumah Produksi Imajinari nampaknya sedang gencar membuat gebrakan dalam kancah perfilman Indonesia. Setelah sukses dengan “Ngeri-Ngeri Sedap” yang berhasil tembus 2 juta penonton dan “Jatuh Cinta Seperti di Film-Film” yang banyak menuai pujian para sinefil, kini mereka kembali dengan menghadirkan film komedi berjudul “Agak Laen”.

 

Bagi sebagian besar penggemar stand-up comedy pasti tahu dengan Podcast Agak Laen. Kuartet podcaster yang beranggotakan 4 stand-up comedian yakni, Boris Bokir, Oki Rengga, Indra Jegel, dan Bene Dion ini menjadi salah satu podcast populer karena ciri khas Batak yang mereka tampilkan dalam setiap episodenya. 

 

AGAK LAEN! | Podcast on Spotify

Podcast AGAK LAEN! (Source : Spotify)

 

Kali ini, lewat Film “Agak Laen” mereka beraksi menjadi penjaga rumah hantu di pasar malam. 

 

Entah dari mana asalnya rumah hantu ini berdiri, Boris, Jegel, dan Bene bekerja sebagai “hantu” di sebuah pasar malam. Alih-alih menakutkan, rumah hantu yang mereka kelola malah sangat memprihatinkan keadaannya. Hal ini yang membuat wahana rumah hantu mereka berada di ujung tanduk. Biaya sewa tempat yang belum dibayarkan dari bulan lalu membuat rumah hantu mereka terancam digusur oleh wahana lainnya.

 

Agak Laen (Source: Imajinari)

 

Tak hanya masalah dengan rumah hantu, mereka pun diperhadapkan dengan masalah masing-masing.

 

Bene yang hendak menikah dengan pacarnya, Naomi, dituntut dengan permintaan undangan tamu yang tak masuk akal dari calon mertuanya. Boris yang berusaha membanggakan orang tuanya untuk masuk TNI, membutuhkan uang untuk memuluskan langkahnya untuk masuk akmil. Sedangkan Jegel.. Ya, dia mah butuh uang untuk judi.

 

Lalu datanglah Oki, teman dekat mereka yang baru keluar dari penjara. Oki pun juga membutuhkan uang untuk biaya berobat ibunya yang sedang sakit. Namun Oki membawa secercah harapan untuk dapat merombak rumah hantu tersebut.

 

Agak Laen (Source: Imajinari)

 

Renovasi pun dilakukan. Berbagai gimik dan ornamen ditambahkan, agar rumah hantu menjadi lebih seram. Setelah yakin dengan perubahan yang dilakukan, mereka pun melakukan re-opening rumah hantu.

 

Di hari pertama, datanglah seorang pengunjung ke rumah hantu mereka. Segala hal yang dipersiapkan mereka berhasil membuat pengunjung ini ketakutan. Namun saking takutnya, pengunjung tersebut kena serangan jantung dan meninggal seketika. 

 

Agak Laen (Source: Imajinari)

 

Kepanikan pun terjadi. Di tengah keadaan yang tak terduga, mereka pun memutuskan untuk mengubur korban tersebut di dalam rumah hantu. Semua pun terlihat aman seolah-olah tidak terjadi apa-apa dalam rumah hantu tersebut.

 

Keesokan harinya, saat hendak membuka rumah hantu, mereka “diganggu” oleh arwah korban rumah hantu mereka. Di luar dugaan, arwah si korban malah gentayangan, membuat rumah hantunya jadi seram dan ramai pengunjung. 

 

Yang tidak mereka duga, Korban yang meninggal di rumah hantu mereka adalah seorang caleg. Polisi pun mulai menyelidiki kasus ini yang akhirnya mengarah ke rumah hantu mereka. Berbagai cara pun dilakukan oleh empat sekawan ini untuk menutupi bukti dan kejadian yang sebenarnya dan membuat rumah hantu ini tetap berjalan.

 

Agak Laen (Source: Imajinari)

 

Cara-cara yang mereka lakukan pun tak terduga. Tak jarang kelakuan mereka berhasil mengundang gelak tawa. Tak hanya kelakuan mereka namun juga semua jokes yang dilontarkan berhasil bikin ketawa. Dari yang hanya membuat tersenyum tipis, hingga membuat terpingkal-pingkal, semuanya lengkap di sini. Tak jarang terdapat beberapa jokes pinggir jurang yang sukses juga menimbulkan gelak tawa. Inilah yang membuat “Agak Laen” menjadi sajian film yang “fresh” di tengah fenomena film-film horror yang ada di pasaran.

 

Film ini juga tak sekadar menjual komedi untuk lucu-lucuan semata. Dari sisi teknis, “Agak Laen” juga sangat enak untuk dinikmati. Dari segi grading, editing, hingga scoring semua berhasil menunjang cerita dan komedi, sehingga cerita tidak menjadi membosankan. Juga dengan set yang mayoritas berlatar pada area pasar malam, semuanya terasa otentik dan believable.

 

Agak Laen (Source: Imajinari)

 

Walaupun sangat unggul dari sisi komedi dan juga dari segi teknis, namun “Agak Laen” punya kelemahan dari sisi cerita. Banyak hal yang terjadi secara tiba-tiba dan terlalu instan. Memang film ini tampil sebagai film komedi yang tak dituntut untuk memberikan cerita yang masuk akal. Namun tetap akan terasa mengganggu untuk orang yang menyukai film dengan storytelling yang jelas. 

 

Selain itu, Agak Laen juga terasa sangat tanggung di beberapa bagian. Terutama pada bagian drama. Mungkin karena sudah terbawa suasana komedi yang kental, sehingga sisi drama tak berhasil dimaksimalkan dengan baik. Selain itu sisi horornya juga hanya sekadar tempelan. 

 

Selain rumah hantu dan arwah yang bergentayangan, tak ada lagi sisi horor yang ada di film ini. Tak tepat rasanya untuk menyebut ini adalah film Komedi Horror karena sentuhan horrornya sangatlah tipis

 

Namun di luar segala kekurangannya, Agak Laen menjadi tontonan yang menyenangkan sekaligus menyegarkan. Apalagi jika kamu memang penggemar Podcast Agak Laen. Dijamin kamu akan ngakak melihat tingkah laku dari keempat orang ini. 

 

Agak Laen (Source: Imajinari)

Jika kamu bukan penggemar Podcast Agak Laen, atau bahkan belum pernah mengetahui mereka sama sekali, jangan khawatir! Film ini akan tetap berhasil membuat kamu terhibur dengan segala kelucuannya yang tak terduga. 

 

Saat menonton nanti, tak usah banyak berpikir soal logika cerita cukup nikmati filmnya dan kamu akan full senyum saat menontonnya. 1 Februari 2024, di Bioskop.

 

*Ps : Sebelum film dimulai akan ada teaser dari proyek Imajinari selanjutnya. Akan sangat menarik untuk menunggu Film yang akan menjadi debut penyutradaraan salah satu comika yang juga bermain dalam film ini.

Bagikan:

Anda Juga Mungkin Suka

Leave a Comment